Blog
Seleksi Wilayah ONMIPA-PT 2026 Dimulai, Babak Penentu Menuju Tingkat Nasional ONMIPA-PT 2026
BOGOR | Pelaksanaan seleksi tingkat wilayah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah resmi dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6 Mei 2026. Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini berlangsung secara daring untuk menjaring mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia.
Pada kompetisi ini, IPB University mengirimkan 20 delegasi terbaiknya yang telah melewati seleksi internal dan pembinaan secara intensif pada masing-masing bidang. Delegasi tersebut diantaranya:
Bidang Biologi
- Fayza Hilwatu Naura Sitompul – SKHB’62
- M. Thoriq Panggih Pratama – BIO’62
- Syarif Satrio Agung – BIO’62
- Aisha Nurfadhilla – PTN’61
- Dzikrul Hakim – BIO’59
Bidang Fisika
- Aurelryo Oscar Jonathan – FIS’61
- Nadhif Rizal Pradipa – FIS’61
- Muhamad Sultan Maulana Yusuf – FIS’59
- Zaky Vebrian – FIS’59
- Muhammad Nico Afriza – FIS’59
Bidang Kimia
- Dalilah Farhana Robbani – KIM’61
- Finna Aurelita – KIM’61
- Arya Naufal Sihaloho – ITP’60
- Muhamad Galang Lifaldin – KIM’60
- Muhammad Naufal Khotmi Ramadhan Ashari Jaya Sudrajat – KIM’60
Bidang Matematika
- Kristian Aga Yudistira Laru – STK’62
- Caldero Loritz – ILKOM’62
- Muhammad Allif Qalbiy – ILKOM’60
- Aufa Ghifada – MTK’59
- Sekar Laras Ayuning Karti – AKTUARIA’61
Pelaksanaan ujian dilaksanakan secara serentak selama dua hari yang dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Sesi pagi untuk bidang Matematika dan Kimia sedangkan sesi siang untuk bidang Fisika dan Biologi. Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) melalui Sub Direktorat Pengembangan Reputasi dan Prestasi Mahasiswa (PRPM) turut memfasilitasi proses seleksi ini.
Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas ajang ini, panitia internal menerapkan sistem pengawasan berlapis yang cukup ketat. Berdasarkan ketentuan Kemdiktisaintek, peserta seleksi wilayah ONMIPA-PT 2026 diwajibkan menggunakan dua kamera pengawas selama ujian berlangsung berupa kamera pengerjaan (depan) untuk memantau wajah peserta secara langsung dan kamera pengawas (samping/belakang) untuk menampilkan layar komputer dan area meja kerja peserta.
Selain itu, panitia internal menyiapkan kamera tambahan di ruang ujian serta operator yang terhubung melalui platform Zoom bersama tim juri dan pengawas nasional. Selain itu juga, dalam pengerjaan soal setiap komputer dipasang Safe Exam Browser (SEB). Sistem supervisi ini dirancang untuk mendeteksi potensi pelanggaran; jika ditemukan kecurangan, peserta dapat langsung didiskualifikasi pada saat itu juga.
Pada seleksi tingkat wilayah ini, akan dipilih 65 mahasiswa terbaik per bidang untuk melaju ke babak final, mahasiswa terpilih merupakan representatif dari setiap wilayah dan kuota lainnya diisi oleh peserta dengan nilai tertinggi dari seluruh peserta di Indonesia. Peserta yang lolos akan bertemu pada Seleksi Tingkat Nasional secara luring yang dijadwalkan pada tanggal 8-12 Juni 2026 di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Bagi peserta, lolos ke tahap ini tidak hanya membuka pintu menuju panggung kompetisi, tetapi juga menjadi batu loncatan untuk mewakili Indonesia di berbagai ajang sains internasional.
Kehadiran acara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia sekaligus mempersiapkan generasi ilmuwan muda yang adaptif, kompetitif, dan berintegritas tinggi. Pengumuman hasil seleksi wilayah akan dijadwalkan pada tanggal 15 Mei 2026 sebagai penentu langkah peserta menuju panggung nasional.
Pelaksanaan ONMIPA-PT 2026 merupakan langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Melalui kompetisi ini, Kemdiktisaintek mendorong pemerataan akses terhadap prestasi dan peningkatan standar kompetensi mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia tanpa sekat geografis berkat sistem daring. Dengan menjaring talenta terbaik untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, ajang ini turut berkontribusi pada poin ke-9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mencetak generasi ilmuwan muda yang adaptif dan kompetitif sebagai motor penggerak inovasi bangsa di masa depan.



