Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mahasiswa IPB University Rumuskan Solusi Cerdas di IAAS Summit 2026

Bogor | Kesadaran akan pentingnya sistem pangan yang berkelanjutan membawa tim mahasiswa yang dipimpin oleh Noval Ramadhan mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Melalui ajang bergengsi IAAS Summit 2026, ia beserta tim sukses memberikan solusi inovatif terhadap tantangan pangan global.

Diselenggarakan oleh IAAS Indonesia pada 17 Januari 2026, kompetisi ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam memecahkan kasus-kasus nyata di sektor pangan. Mengusung konsep gaya konferensi internasional, seluruh rangkaian acara disampaikan dalam bahasa Inggris guna memperkuat daya saing dan kemampuan komunikasi global para peserta.

AAS Summit 2026 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan nasional yang dirancang untuk melahirkan pemimpin masa depan di sektor pertanian dan sains terkait. Tahun ini, kompetisi menghadirkan tantangan khusus berupa Case Study yang bekerja sama dengan organisasi internasional dan industri agrifood. IAAS Summit 2026 menegaskan bahwa upaya membentuk masa depan pangan membutuhkan aksi kolektif, dengan menempatkan pemuda sebagai penggerak utama dalam mewujudkan sistem pangan Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan melalui kolaborasi dan inovasi.

Tim yang beranggotakan Zaratisyah Rizky Wisaksono dan Muhammad Alfiansyah ini berkompetisi melalui format Karya Tulis Ilmiah (Paper) serta Infografis. Mereka merespons tantangan dari institusi mitra dengan merumuskan strategi pangan yang cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.

“Sistem pangan masa depan membutuhkan sinergi antara teknologi dan kebijakan yang inklusif. Melalui IAAS Summit, kami berupaya menjembatani pemikiran akademis dengan realita di lapangan untuk menciptakan kedaulatan pangan yang lebih tangguh,” terang Noval Ramadhan saat menjelaskan esensi riset timnya.

Selain ajang kompetisi, IAAS Summit 2026 juga memfasilitasi ruang jejaring (networking) yang mempertemukan mahasiswa dengan para peneliti, praktisi, hingga pembuat kebijakan. Keikutsertaan ini mempertegas komitmen mahasiswa FATETA dalam mendorong dialog, kolaborasi, dan kemitraan jangka panjang untuk kemajuan sistem pangan di Indonesia dan dunia.

Prestasi ini tidak hanya menjadi bukti kompetensi teknis mahasiswa dalam riset, tetapi juga kemampuan komunikasi internasional yang mumpuni dalam membawa gagasan lokal ke panggung global. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat inovasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus menghadirkan terobosan solutif demi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.