Pastikan Ketepatan Sasaran, IPB University Evaluasi Mahasiswa Penerima KIP Kuliah di Kampus IPB Sukabumi

SUKABUMI – IPB University melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) menggelar evaluasi bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 kluster Kampus IPB Sukabumi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 26-27 April 2026, bertempat di Ruang Aula, Gedung Administrasi Lantai 3, Kampus IPB Sukabumi.

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini merupakan agenda rutin institusi yang merujuk pada regulasi Kepsesjen No 7/A/KEP/2025. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan dari pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi perkembangan studi mahasiswa.

“KIP Kuliah di IPB University merupakan instrumen penting untuk mewujudkan inklusivitas pendidikan. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan biaya kuliah dan biaya hidup, tetapi juga memberikan pembinaan karakter serta pemantauan akademik yang intensif,” ujar Yusalina selaku Asisten Direktur Kesejahteraan Mahasiswa, Ditmawa IPB University. Ia menambahkan bahwa pendampingan ini bertujuan agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dengan kompetensi yang berdaya saing global.

Evaluasi penerima KIP Kuliah di Kampus IPB Sukabumi melibatkan 113 mahasiswa dari enam program studi, yaitu Komunikasi Digital dan Media, Ekowisata, Teknologi Industri Benih, Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Teknologi dan Manajemen Ternak, serta Manajemen Agribisnis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim reviewer dari Ditmawa IPB dengan tujuan meninjau ketepatan sasaran dan kondisi penerima bantuan. Proses evaluasi dilakukan melalui wawancara mendalam dan verifikasi data untuk menilai tiga aspek utama, yakni kemampuan akademik, kondisi ekonomi terbaru, dan kondisi umum mahasiswa. Program KIP Kuliah sendiri merupakan bantuan pemerintah berupa beasiswa yang mencakup pembiayaan penuh UKT/SPP, bantuan biaya hidup sebesar Rp6.600.000 per semester, fasilitas tempat tinggal di asrama bagi mahasiswa tingkat pertama, kepesertaan BPJS Kesehatan, serta perlindungan asuransi jiwa bagi yang tidak  memiliki dari anak perusahaan BTN.

Selain berfungsi sebagai sarana pengawasan, pertemuan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi maupun kendala yang dihadapi selama masa perkuliahan. Interaksi dua arah ini diharapkan dapat melahirkan solusi atas hambatan studi yang mungkin dialami mahasiswa di lapangan.

Kegiatan evaluasi KIP Kuliah di IPB University menghasilkan data dan temuan yang selanjutnya disinkronkan serta disusun oleh tim Ditmawa IPB sebagai bahan laporan kepada pimpinan, dalam hal ini Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wadek AK). Laporan ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan tindak lanjut guna menjamin keberlanjutan studi mahasiswa pada semester mendatang. Program KIP Kuliah sendiri merupakan bentuk komitmen IPB University dalam mendukung mahasiswa berpotensi akademik tinggi yang memiliki keterbatasan ekonomi, tidak hanya melalui bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, tetapi juga melalui sistem pendampingan yang terintegrasi guna memastikan keberhasilan studi dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.