Blog
Panggung Juara Dimulai! 16 Sekolah Siap Unjuk Gigi di Agriculture Futsal Championship 2026
BOGOR – Geliat olahraga futsal di kalangan pelajar Bogor memasuki babak baru. IPB University resmi membuka turnamen bergengsi Agriculture Futsal Championship (AFC) 2026 pada Selasa (13/10/2026). Berlangsung selama empat hari ke depan, kompetisi ini menjadi arena pembuktian bakat sekaligus ruang silaturahmi bagi 16 tim tangguh dari SMA/SMK sederajat.
Turnamen ini diinisiasi sebagai respons nyata atas meroketnya popularitas olahraga futsal di Kota Hujan. Tidak main-main, demi menciptakan kompetisi yang profesional, panitia mahasiswa menggandeng berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal IPB University.
Ketua Pelaksana AFC 2026 menegaskan bahwa tensi tinggi di dalam lapangan harus tetap dibarengi dengan nilai kemanusiaan di luar lapangan. “AFC bukanlah pertandingan futsal semata, melainkan wadah untuk menjalin silaturahmi antarsekolah. Saya berharap setiap sekolah bertanding dengan sportif dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan panitia mahasiswa mengungkapkan mimpi besar di balik layar kompetisi ini. Mereka membidik target agar AFC tidak sekadar menjadi agenda tahunan lokal, melainkan batu loncatan untuk merambah skala regional hingga nasional. “Harapan kami, acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses sehingga tahun depan dapat kami lanjutkan. Jangkauannya juga dapat semakin luas, seperti se-Jawa Barat atau nasional,” tuturnya optimis.
Kejutan Laga Perdana: SMK Madani Pesta Gol 7–0!
Ketatnya persaingan langsung tersaji pada laga pembuka yang mempertemukan SMA Marsudirini Bogor melawan SMK Madani. Sejak peluit pertama ditiup, dominasi mutlak ditunjukkan oleh skuad SMK Madani. Tanpa ampun, mereka sukses menggilas pertahanan lawan dan menutup pertandingan perdana ini dengan skor mencolok 7–0. Kemenangan telak ini menjadi sinyal waspada bagi tim-tim lain yang akan berlaga. Pencinta olahraga di Bogor dipastikan akan dimanjakan dengan sajian pertandingan penuh drama, teknik tinggi, dan sportivitas yang membanggakan dari para bintang muda lapangan hijau hingga tiga hari ke depan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama, 10 Februari 2026, diadakan di Jakarta melalui sesi Live AI Introduction yang dipandu langsung oleh Tom Monroe dan Stuart Kerr dari U-GO Global. Para peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI dan penerapannya dalam bidang akademik serta industri kreatif. Sesi ini juga diakhiri dengan networking dinner yang menjadi ruang berbagi pengalaman dan semangat antarpara scholar U-GO Indonesia.
Keesokan harinya, 11 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan di IPB University, Bogor, dengan menghadirkan jajaran pimpinan IPB dan tim U-GO Global. Yang turut hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Tom Monroe, Stuart Kerr, dan June dari U-GO Global; Ivi Anggraini, Dewi Suryani, Nur Wahyu Arumdani, dan tim dari INOTEK Foundation; serta perwakilan IPB yaitu Prof. Yulin Lestari selaku Direktur Pengembangan Pendidikan dan Teknologi, serta Ibu Puji Mudiana selaku Direktur Pendidikan Internasional IPB.
Pertemuan dibuka dengan sambutan dari Mrs. Fuji yang menyampaikan visi IPB dalam memperluas kerja sama internasional dan pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Dalam sesi pengantar, Mr. Tom Monroe menjelaskan sejarah dan nilai-nilai utama U-GO yang berfokus pada dua hal penting: mendorong para scholar untuk menjadi yang terbaik dalam bidang akademik serta mengembalikan manfaat kepada masyarakat melalui kontribusi moral dan sosial. Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan Prof. Yulin Lestari mengenai integrasi AI di kurikulum IPB yang menggabungkan teknologi dan kewirausahaan sosial (social-innopreneurship). U-GO Global dan INOTEK Foundation turut menyampaikan pandangan mengenai potensi kolaborasi lanjutan untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Lalu selanjutnya pada siang hari dilanjutkan sesi Advanced AI, Stuart Kerr memaparkan penerapan AI dalam pengembangan bisnis dan kewirausahaan. Para peserta diajak memahami pentingnya prompting yang efektif dalam mengoperasikan AI, analisis pasar (market deep dive), penggalian masalah utama (pain point excavator), penyusunan business case, hingga teknik storytelling dalam pitching. Melalui sesi ini, peserta belajar bahwa AI bukan hanya alat otomatisasi, melainkan mitra strategis untuk kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan.
Sebagai tindak lanjut, U-GO memperkenalkan program U-Venture, sebuah inisiatif baru yang mendorong para scholar Indonesia untuk mengembangkan ide bisnis inovatif dengan dukungan teknologi AI. Tiga proyek terbaik dari program ini nantinya akan mendapatkan dana pengembangan untuk menjalankan program percontohan.
Beberapa ide menarik juga muncul dalam sesi tersebut, di antaranya penerapan AI untuk mendukung anak berkebutuhan khusus serta solusi digital bagi pelaku usaha kecil. Setiap ide yang disampaikan menunjukkan semangat khas scholar U-GO yang memadukan kecerdasan, empati, dan komitmen untuk membawa dampak positif bagi masyarakat.
Dalam refleksinya, Stuart Kerr menyampaikan kesan mendalam terhadap para peserta Indonesia, “Saya sangat kagum dengan kualitas para scholar U-GO yang saya temui, dengan ambisi dan semangat hidup mereka, serta pilihan-pilihan sulit yang mereka jalani dengan bahagia dan penuh semangat. Kami merasa terhormat dapat mendukung para pemimpin masa depan Indonesia agar memiliki setiap kesempatan dan alat yang mereka butuhkan untuk meraih impian mereka.” Kegiatan dua hari ini menjadi bukti nyata komitmen U-GO Global, INOTEK Foundation, dan IPB University dalam membuka ruang pembelajaran dan inovasi bagi generasi muda, khususnya perempuan Indonesia. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat menjadi pijakan bagi terwujudnya masa depan yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. 05/03-red)




