Blog
Mahasiswa IPB University Raih Juara 2 dalam Transjakarta MX Case Competition 2026
Bogor | Delegasi mahasiswa IPB University yang terdiri dari Rafi Pranaja, Aditya Dewanto, dan Syakira Nisrina Hardianti sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 pada ajang bergengsi Transjakarta MX Case Competition. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Marketing Week 2026 yang diselenggarakan oleh Marketeers bersama PT Transjakarta di Grand Atrium Kota Kasablanka pada Minggu, 10 Mei 2026.
Mengangkat tema “Seamless Mobility: Integrating Transjakarta for an Inclusive Global City”, kompetisi ini menantang peserta untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan integrasi transportasi perkotaan. Transjakarta MX Case Competition 2026 sendiri merupakan wadah bagi para mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menguji ketajaman analisis pemasaran dan manajemen operasional mereka. Kompetisi ini menuntut peserta tidak hanya berteori, tetapi juga memahami dinamika lapangan mengenai bagaimana sebuah sistem transportasi massal dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin kompleks dan menuntut efisiensi tinggi.
Tim IPB University berhasil menawarkan gagasan inovatif dan strategis melalui penerapan kerangka CI-EL (Creativity, Innovation, Entrepreneurship, and Leadership) yang menjadi bagian dari Omnihouse Model. Solusi yang mereka rancang berfokus pada penguatan peran Transjakarta sebagai tulang punggung transportasi publik Jakarta dalam mendukung terciptanya kota global yang inklusif dan berkelanjutan. Mereka mengusulkan integrasi layanan yang lebih cerdas melalui optimalisasi data real-time dan peningkatan pengalaman pengguna (user experience) di setiap titik sentuh layanan Transjakarta.
Prestasi yang diraih oleh delegasi IPB University ini secara langsung mendukung perwujudan SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), khususnya dalam menyediakan sistem transportasi publik yang aman, terjangkau, dan dapat diakses oleh semua kalangan. Inovasi yang mereka tawarkan juga relevan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan sistem mobilitas yang cerdas dan terintegrasi.
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Tim harus melewati tahap penyisihan yang ketat dengan menyisihkan puluhan proposal dari universitas ternama lainnya. Pada babak final, mereka harus mempresentasikan ide di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi pemasaran senior dan jajaran direksi PT Transjakarta. Ketajaman argumen serta kemampuan tim dalam menjawab tantangan mengenai keberlanjutan finansial dan inklusivitas layanan bagi penyandang disabilitas menjadi nilai tambah yang signifikan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan dampak nyata melalui kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan yang solutif. Keberhasilan Rafi, Aditya, dan Syakira dalam bersaing dan unggul di antara berbagai delegasi perguruan tinggi lainnya semakin menegaskan komitmen IPB University dalam melahirkan inovator muda berdaya saing tinggi. Semangat “IPB Digdaya” dan “IPB Global Winner” pun tercermin melalui kontribusi mereka dalam menghadirkan ide-ide segar untuk masa depan transportasi publik Indonesia yang lebih terintegrasi, nyaman, dan ramah lingkungan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan bangsa.
