Blog
IPB University dan Star Energy Geothermal Evaluasi Beasiswa 2025, Siapkan Penguatan Program 2026
BOGOR – IPB University melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) menerima kunjungan dan menggelar rapat koordinasi bersama tim Star Energy Geothermal (SEG) di Kampus IPB Dramaga, Rabu (22/4). Pertemuan ini difokuskan pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Beasiswa Prestasi tahun 2025 sekaligus pematangan rencana pelaksanaan program beasiswa untuk tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh tujuh perwakilan, terdiri atas empat orang dari tim SEG dan tiga orang dari IPB University. Diskusi menitikberatkan pada upaya memastikan program beasiswa selaras dengan kebutuhan kompetensi industri panas bumi. Dalam sambutannya, Direktur Kemahasiswaan IPB University, Akhmad Arifin Hadi yang akrab disapa Pak Mac, menyampaikan apresiasi kepada SEG atas kontribusinya sebagai mitra penyedia beasiswa bagi mahasiswa IPB selama satu tahun terakhir.
“Pada tahun 2025 terdapat 19 mahasiswa sebagai penerima beasiswa. Kami berharap jumlah penerima manfaat dapat terus meningkat. Selain kerja sama beasiswa, IPB University juga terbuka untuk kolaborasi lain, seperti program magang mahasiswa maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 79% penerima beasiswa berasal dari program studi non-teknis, seperti akuntansi, bisnis, dan manajemen agribisnis. Komposisi ini menjadi perhatian dalam perencanaan program tahun 2026, karena belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan utama industri geothermal yang menuntut kompetensi teknis spesifik. Perwakilan tim SEG, Harris, menjelaskan bahwa ke depan proses seleksi akan diarahkan secara lebih strategis guna membangun talent pipeline yang sesuai kebutuhan industri.
“Seleksi akan difokuskan pada jurusan-jurusan teknik yang relevan dengan sektor panas bumi, dengan tetap mempertimbangkan asal daerah mahasiswa di sekitar wilayah operasional (ring 1) serta IPK minimal 3,25,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, disepakati beberapa poin penguatan program beasiswa tahun 2026, antara lain:
- Penajaman fokus jurusan, dengan prioritas pada Teknik Mesin dan Biosistem, Teknik Sipil dan Lingkungan, Fisika, Meteorologi Terapan, Silvikultur, dan Manajemen Hutan
- Monitoring berkala, yang akan dilakukan setiap dua bulan, baik secara luring maupun daring
- Tracing alumni terintegrasi, untuk mengukur keberhasilan program dalam menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja
Adapun linimasa Program Beasiswa Prestasi IPB 2026 direncanakan dimulai pada 4–25 Mei 2026 untuk tahap pendaftaran, dilanjutkan proses seleksi hingga pertengahan Juni, dan pengumuman penerima pada 29 Juni 2026.
Melalui program ini, diharapkan kerja sama antara dunia akademik dan industri semakin kuat dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten.
Sebagai informasi, Star Energy Geothermal yang didirikan pada tahun 2003 merupakan produsen energi panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas bruto mencapai 886 MW. Kerja sama antara IPB University dan SEG telah dimulai sejak tahun 2025 dan berlanjut hingga tahun 2026.
