Blog
IPB Prestasi Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Kompetisi Bisnis melalui Workshop Prestasi 11
Bogor | IPB Prestasi secara konsisten terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengasah serta memperkuat kapasitas intelektual dan prestasi para mahasiswa IPB University. Langkah strategis ini kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Prestasi 11 Business Plan Competition yang mengusung tema utama “Mastering Business Plan Strategy for Competitive Edge”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 20 September 2026 bertempat di Ruang Kuliah CCR 2.07, Kampus IPB Dramaga tersebut digelar mulai pukul 09.00 hingga 12.10 WIB. Workshop ini dihadirkan khusus sebagai wadah pengembangan potensi, peningkatan intuisi bisnis, serta kesiapan teknis maupun mental bagi mahasiswa dalam menyusun perencanaan bisnis yang terstruktur, rasional, dan berdaya saing tinggi saat berhadapan dengan iklim kompetisi bisnis yang semakin ketat.
Guna memberikan wawasan yang mendalam dan aplikatif, IPB Prestasi menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yakni Thaariq Abdul Muzzammil. Beliau merupakan alumni IPB University yang telah menorehkan rekam jejak prestasi di bidang kompetisi perencanaan bisnis tingkat nasional. Selain tercatat sebagai Finalist IPB Outstanding Student 2026, Thaariq juga telah mengantongi lebih dari 15 penghargaan bergengsi dalam berbagai ajang Business Plan Competition tingkat nasional. Pengalaman panjangnya yang pernah terlibat dalam lebih dari 10 kegiatan bisnis sebagai pembicara, mentor, hingga juri menjadikan materi yang disampaikan tidak sekadar berfokus pada teori akademis, melainkan kaya akan panduan praktis, taktik lapangan, serta pemahaman mendalam mengenai sudut pandang juri dalam menilai sebuah karya bisnis.
Pelatihan ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh 34 mahasiswa aktif IPB University dari berbagai program studi dan angkatan. Supaya proses penyerapan materi berlangsung optimal, panitia mengemas keseluruhan rangkaian acara secara sangat dinamis dan interaktif. Format workshop tidak dirancang sebagai komunikasi satu arah dari pemateri, melainkan memadukan secara harmonis antara pemaparan materi teoretis, sesi tanya jawab yang kritis, Focus Group Discussion (FGD) secara berkelompok, simulasi presentasi tim, pemberian masukan langsung (live feedback), hingga kuis berbasis digital. Pendekatan komprehensif ini memberikan ruang bagi para peserta untuk tidak hanya memahami konsep perencanaan bisnis di atas kertas, tetapi juga melatih kemampuan analisis, eksekusi, serta kerja sama tim secara simultan.
Rangkaian kegiatan diawali secara resmi dengan pembukaan oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai IPB National Competition Preparation (INCP). Dalam sesi pembuka ini, peserta dibekali informasi berharga terkait berbagai peluang kompetisi nasional yang dapat diakses serta dipersiapkan sejak dini. Program INCP sendiri dihadirkan untuk memberikan peta jalan (roadmap) serta pendampingan yang terstruktur bagi para mahasiswa yang berminat membawa nama harum kampus di tingkat nasional, sehingga setiap gagasan bisnis yang dirancang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi memiliki penyaluran yang jelas pada ajang perlombaan yang bergengsi.
Acara kemudian memasuki agenda inti pada pukul 09.25 hingga 10.25 WIB, yaitu pemaparan materi utama mengenai Business Plan Competition oleh Thaariq Abdul Muzzammil. Dalam sesi ini, Thaariq membedah anatomi perencanaan bisnis secara bertahap dan terstruktur, diawali dengan pelatihan mendalam mengenai penyusunan Business Model Canvas (BMC) sebagai fondasi awal pemetaan ide. Para peserta diajak untuk memahami serta memetakan sembilan elemen kunci dalam BMC, mulai dari penentuan value proposition yang unik, identifikasi segmen pelanggan, alur pendapatan (revenue streams), hingga struktur biaya guna memastikan gagasan bisnis memiliki logika dasar yang kuat sebelum dituangkan ke dalam dokumen yang lebih rinci.
Setelah peserta menguasai pemetaan model bisnis melalui BMC, Thaariq mengarahkan pembahasan pada tahap krusial berikutnya, yakni mentransformasikan kerangka BMC tersebut ke dalam pengembangan proposal bisnis (business plan proposal) yang utuh, komprehensif, dan sistematis. Beliau menekankan bahwa proposal bisnis yang unggul tidak boleh hanya dipandang sebagai syarat administratif atau dokumen formalitas untuk mengikuti lomba. Sebaliknya, proposal tersebut harus menjadi navigasi strategis yang memuat analisis pasar yang mendalam, strategi operasional yang terukur, proyeksi keuangan yang realistis, serta skenario mitigasi risiko yang matang. Tidak berhenti di situ, peserta juga dibekali teknik komunikasi persuasif dan business storytelling agar mampu menyajikan keseluruhan analisis kompleks di dalam proposal menjadi narasi bisnis yang ringkas, logis, dan memikat perhatian dewan juri.
Memasuki sesi berikutnya, suasana workshop semakin hidup melalui diskusi dan tanya jawab yang interaktif antara peserta dan narasumber. Berbagai pertanyaan kritis seputar validasi ide bisnis, strategi pemasaran, hingga kelayakan finansial dibahas secara terbuka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD), di mana para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengaplikasikan secara langsung kerangka berpikir yang telah dipelajari. Dalam sesi ini, dua tim terbaik mendapat kesempatan istimewa untuk mempresentasikan ide bisnis hasil diskusi mereka di depan seluruh peserta dan menerima feedback mendalam secara langsung dari Thaariq. Sesi bedah ide ini menjadi momen evaluasi yang sangat berharga karena peserta dapat memahami poin-poin krusial yang kerap menjadi kelemahan maupun keunggulan sebuah tim di mata juri nasional.
Menjelang penghujung acara, suasana dibuat makin segar dan kompetitif melalui permainan interaktif menggunakan platform Kahoot untuk menguji tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipaparkan sepanjang hari. Setelah sesi dokumentasi dan pengisian presensi akhir, Thaariq Abdul Muzzammil memberikan pesan penutup yang membakar semangat para peserta. Dalam closing statement-nya, beliau mendorong para mahasiswa IPB University untuk tidak ragu mengeksekusi dan mengembangkan gagasan wirausaha mereka. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan sebuah gagasan tidak ditentukan oleh seberapa rumit ide tersebut, melainkan seberapa mampu pemilik ide mengolah gagasan mentah menjadi strategi bisnis yang terstruktur, memiliki keunggulan kompetitif, serta mampu memberikan dampak yang nyata.
Penyelenggaraan Workshop Prestasi 11 Business Plan Competition ini menjadi bukti nyata dari komitmen berkelanjutan IPB Prestasi dalam membangun dan memperkuat ekosistem kompetisi mahasiswa di lingkungan IPB University. Melalui kombinasi pembelajaran teoretis yang kuat dan praktik langsung yang aplikatif, kegiatan ini berhasil membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir strategis, analitis, serta komunikatif. IPB Prestasi berharap pelatihan ini dapat menjadi pijakan awal bagi para peserta untuk terus mengasah kompetensi, memperluas pengalaman berkompetisi, serta menyumbangkan berbagai prestasi membanggakan yang mampu melambungkan nama IPB University di kancah nasional maupun internasional.
