Inovasi Olahan Pangan Fermentasi, Mahasiswa Sekolah Vokasi Raih Juara 3 Nasional di Ajang Harvest Pangan Chapter XII

Bogor | Mahasiswa Sekolah Vokasi kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Salza Amora bersama Raden Hisyam Muhammad Miftaah Al-Faruq berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi Harvest Pangan Chapter XII yang diselenggarakan oleh Bakrie University pada periode 22 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026.

Harvest Pangan merupakan ajang kompetisi nasional yang berfokus pada pengembangan inovasi pangan berbasis teknologi fermentasi. Pada edisi Chapter XII tahun 2026 ini, Universitas Bakrie mengusung tema besar mengenai ketahanan pangan global dan pemanfaatan sumber daya lokal secara cerdas. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia untuk menghadirkan gagasan kreatif yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan yang semakin mendesak. Fokus utama dari penyelenggaraan tahun ini adalah bagaimana teknologi mampu menjadi jembatan dalam pengelolaan dan pemanfaatan limbah pangan (food waste) yang selama ini menjadi masalah lingkungan serius.

Dalam kompetisi kategori kelompok tersebut, tim yang dipimpin oleh Salza mengangkat gagasan inovatif mengenai pemanfaatan kembali bahan pangan melalui konsep upcycling. Gagasan ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap tingginya angka sisa produksi pangan yang sebenarnya masih memiliki potensi biologis besar. Melalui pendekatan sistematis ini, bahan pangan yang selama ini dianggap sebagai sisa atau produk sampingan diolah kembali menjadi produk turunan baru yang tetap memiliki nilai gizi tinggi dan nilai ekonomi yang menjanjikan melalui proses fermentasi yang presisi. Mereka berhasil mengubah bahan yang tidak bernilai menjadi komoditas fungsional yang layak dipasarkan secara luas.

“Kami melihat fermentasi sebagai teknologi yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dalam inovasi pangan. Dengan pendekatan yang tepat, proses ini tidak hanya dapat mengurangi limbah pangan, tetapi juga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai tambah,” ujar perwakilan tim dengan penuh antusiasme. Mereka menjelaskan bahwa penggunaan mikroorganisme dalam proses tersebut dapat meningkatkan bioavailabilitas nutrisi pada produk akhir. Inovasi ini dianggap sebagai solusi win-win yang mendukung ekonomi sirkular di sektor industri makanan Indonesia.

Rangkaian kompetisi Harvest Pangan Chapter XII di Universitas Bakrie meliputi beberapa tahapan, mulai dari seleksi karya, presentasi ide inovasi, hingga demonstrasi pengolahan pangan. Melalui rangkaian proses tersebut, tim mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University berhasil menunjukkan inovasi yang dinilai unggul oleh dewan juri dan meraih posisi Juara 3 tingkat nasional.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan isu keberlanjutan pangan. Sejalan dengan komitmennya dalam mendorong inovasi dan pengembangan potensi mahasiswa, IPB University terus memberikan dukungan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai ajang kompetisi. Diharapkan capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pangan di Indonesia.