Blog
Inovasi Green Chemistry Antar Tim Muhammad Faras Raih Trofi Nasional di Chemistry Festival 2026
Bogor | Gagasan inovatif mengenai penguatan hilirisasi industri berbasis kimia berkelanjutan mengantarkan tim mahasiswa Sekolah Vokasi meraih prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim yang dikomandoi oleh Muhammad Faras sukses mengamankan posisi Juara 3 dalam ajang bergengsi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Chemistry Festival 2026.
Kompetisi yang digelar pada 14-15 Februari 2026 ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin. Mengusung tema besar “Akselerasi Peran Generasi Muda dalam Penguatan Hilirisasi Industri Berbasis Sustainable Chemistry di Era Transisi menuju Revolusi Industri 5.0”, ajang ini menjadi panggung bagi para ilmuwan muda untuk memamerkan solusi sains yang aplikatif.
Chemistry Festival UNHAS merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membumikan ilmu kimia di kalangan generasi Z. Tahun ini, kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada teori di laboratorium, tetapi juga menantang peserta untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip green chemistry dengan teknologi digital khas Revolusi Industri 5.0. Rangkaian acara puncak yang berlangsung di Makassar ini melibatkan proses seleksi abstrak dan full paper yang sangat kompetitif, sepuluh besar finalis terbaik dari seluruh Indonesia yang diundang untuk mempresentasikan karya mereka secara langsung di hadapan dewan juri ahli.
Bersama dua rekan timnya, Nur Millah Khaifa Mostavan dan Muhammad Mirza Khairullah, Faras merancang sebuah karya tulis ilmiah yang menitikberatkan pada keberlanjutan industri kimia. Karya ini dinilai mampu menjawab tantangan efisiensi industri tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.
“Kami percaya bahwa transisi menuju Industri 5.0 menuntut kita untuk tidak hanya mengejar kecepatan produksi, tetapi juga keharmonisan dengan alam. Melalui karya ini, kami mencoba menawarkan perspektif kimia berkelanjutan sebagai tulang punggung hilirisasi industri masa depan,” ungkap Faras dengan penuh semangat.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Sekolah Vokasi memiliki daya saing tinggi dalam riset ilmiah dan mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka lainnya di Indonesia. Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat riset bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi pada kemajuan sains dan teknologi di tanah air.
Dengan raihan trofi ini, Sekolah Vokasi kembali memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam praktik terapan, tetapi juga kokoh dalam landasan riset ilmiah nasional. Kemenangan di Universitas Hasanuddin ini pun menjadi catatan manis bagi perjalanan akademik Faras dan tim dalam mengharumkan nama almamater di level nasional.
