Blog
Garda Terdepan Kemanusiaan, 20 Anggota Baru TETADA IPB University Ikuti Pelatihan di Dodiklatpur Rindam Jaya Gunung Bunder
BOGOR (18/04/26) | IPB University terus memperkuat sistem respon cepat tanggap darurat di lingkungan kampus melalui pelantikan anggota baru. Direktorat Kemahasiswaan IPB University meresmikan 20 mahasiswa sebagai Anggota Tim Tanggap Darurat Mahasiswa (TETADA) Angkatan IX Tahun 2026 setelah menjalani rangkaian pelatihan intensif di DODIKLATPUR RINDAM JAYA, Gunung Bunder, Bogor (19/04)..
Achmad Arifin Hadi, selaku Direktur Kemahasiswaan IPB yang akrab disapa Pak Mack menyampaikan pada upacara pembukaan kegiatan bahwa, “Team Tanggap Darurat Mahasiswa penting keberadaannya di Kampus IPB untuk dapat merespon kondisi darurat yang terjadi pada diri anda sendiri maupun di sekitar, baik di kelas saat perkuliahan maupun diluar kelas. Tentu harapannya kondisi darurat jangan sampai ternjadi, tapi apabila terjadi, anda sudah siap untuk menjadi garda terdepan dalam menangani kondisi tersebut dengan tindakan yang tepat. Baik di kelas, laboratorium maupun lingkungan kampus lainnya.”
Sebanyak 20 mahasiswa terpilih, yang terdiri dari 16 mahasiswi dan 4 mahasiswa, mengikuti pembekalan materi yang komprehensif selama dua hari (18-19 April 2026). Delapan orang panitia dari Subdit Kesejahteraan Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan, mendampingi langsung para peserta untuk memastikan seluruh proses pelatihan berjalan optimal. Pelatih dari DODIKLATPUR RINDAM JAYA memberikan simulasi penanganan kebakaran, teknik P3K, hingga prosedur evakuasi medis yang tepat kepada seluruh peserta.
Resti Yuniarti (Ekonomi Pembangunan 62), Nikita Kindera Agnestasya Senga (Kedokteran Hewan 62) dan Maulitha Syahrani (Silviku)ltur 62), selaku peserta kegiatan menuturkan bahwa, seru banget pelatihannya dan pengalaman yang baru juga. Mereka belajar jadi lebih disiplin, sigap dan tanggap dengan adanya pelatihan TETADA ini. Rasa kekeluargaannya juga terasa saat sesi api unggun dan sesi pemecahan teka-teki. Pelatihan simulasi menuruni tebing juga menjadi hal yang memorable dan seru.
Para anggota baru juga mempelajari manajemen logistik dan administrasi darurat guna mempercepat koordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit. Direktorat Kemahasiswaan mengharapkan para relawan ini tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki empati yang tinggi sesuai dengan tujuh nilai budaya korporat IPB.
“Kami harap pelatihan terkait kedarurat yang kami berikan selama dua hari ini bisa sedikit memberikan pembekalan kepada mahasiswa TETADA untuk terjun langsung menangani kejadian-kejadian yang mungkin saja bisa terjadi di Kampus IPB University. Dua hari memang singkat, tapi kami maksimalkan sebaik mungkin. Semoga bermanfaat.” tutur Mayor Ali selaku pelatih dari DODIKLATPUR RINDAM JAYA
TETADA Angkatan IX kini resmi mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam menangani kondisi darurat di lapangan. Mahasiswa yang dilantik ini akan bersinergi dengan Subdit Kesejahteraan Mahasiswa untuk memastikan setiap laporan kejadian sakit atau kecelakaan mendapatkan penanganan medis yang cepat dan manusiawi.
Kegiatan pelantikan ditutup dengan prosesi sakral yang menandai kesiapan seluruh personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Melalui regenerasi ini, IPB University berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, nyaman, dan peduli terhadap keselamatan seluruh warganya.





