Blog
Bawa Inovasi NEVIROMINDS, Mahasiswa IPB University Tembus Top 2 Nasional di SANF Sustainability Squad 2026
Bogor | Mahasiswa IPB University kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui inovasi berbasis keberlanjutan lingkungan. Tim mahasiswa yang diketuai oleh Okta Fitra Vidian berhasil meraih posisi Top 2 sekaligus memperoleh hibah pendanaan program pengabdian masyarakat dalam ajang SANF Sustainability Squad 2026 yang berlangsung pada 1 Mei hingga 30 Juni 2026.
Program yang diinisiasi oleh PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) tersebut merupakan kompetisi sekaligus inkubasi proyek berkelanjutan yang bertujuan mendorong generasi muda Indonesia untuk menghadirkan solusi kreatif, aplikatif, dan berdampak jangka panjang terhadap berbagai isu lingkungan dan sosial berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui dukungan hibah kepada tim terbaik, program ini menjembatani gagasan akademik mahasiswa agar dapat diwujudkan menjadi aksi nyata di masyarakat.
Pada tahap seleksi yang dilaksanakan secara daring, tim IPB University berhasil menarik perhatian dewan juri melalui proposal inovatif berjudul “NEVIROMINDS: Development of a Gamified Environmental Literacy Model and Bio-Adsorption Technology for Mitigating Lead (Pb) Pollution in Cinangka Village, Bogor Regency.”
Tim yang dipimpin oleh Okta Fitra Vidian tersebut beranggotakan Aisyah Jazlyn Rizqia, Abdiel Avila Naufal, Cut Azhirah Apriadina, Mufida Mutmainah Almardiyah, Muhamad Ida Bagus Raihan Bagaskoro, Faiz Aldi Rosjidi, Maulana Ghufron Nur Rafif, Diandra Alifah Malik, dan Dito Hakim Aulia. Bersama-sama, mereka mengembangkan pendekatan inovatif untuk menangani pencemaran logam berat timbal (Pb) melalui kombinasi edukasi masyarakat dan teknologi ramah lingkungan.
Melalui program NEVIROMINDS, tim mengusung model literasi lingkungan berbasis permainan (gamified environmental literacy) yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Di sisi lain, mereka juga menerapkan teknologi bio-adsorpsi untuk membantu menurunkan kadar timbal di lingkungan terdampak. Program pengabdian tersebut akan difokuskan di Desa Cinangka, Kabupaten Bogor, sebagai wilayah sasaran implementasi. Upaya mitigasi pencemaran logam berat timbal (Pb) di Desa Cinangka ini berkaitan erat dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena secara langsung melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat paparan zat beracun. Melalui penerapan teknologi bio-adsorpsi, tim juga mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak dalam menjaga kualitas ekosistem air tanah.
Keberhasilan meraih hibah pengabdian ini menjadi langkah awal bagi tim untuk merealisasikan inovasi yang telah dikembangkan. Ketua tim, Okta Fitra Vidian, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan sekaligus menegaskan komitmen tim untuk segera mengimplementasikan program tersebut di masyarakat.
“Dukungan pengabdian ini menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk segera mengimplementasikan teknologi bio-adsorpsi dan model edukasi NEVIROMINDS, sehingga masalah pencemaran timbal di Desa Cinangka dapat dimitigasi secara struktural dan berkelanjutan,” ujar Okta.
Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kapasitas mahasiswa IPB University dalam menghasilkan inovasi yang relevan terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga menegaskan semangat pengabdian yang menjadi bagian penting dari Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui implementasi NEVIROMINDS, diharapkan upaya mitigasi pencemaran di Desa Cinangka dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi model pengelolaan lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
