Blog
Tim Robot IPB University Finish di Peringkat Ketiga pada Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC)
Bogor, 11/04/26 | Tim robot IPB University yang tergabung dalam tim Agrisena Aerial berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang internasional Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC). Awarding SAFMC diselenggarakan di Singapore EXPO, Hall 2B, pada 11 April 2026, sebagai puncak dari rangkaian kompetisi yang dilaksanakan selama tiga hari pada 30 Maret s.d. 1 April 2026.
Dalam ajang tersebut, Tim Agrisena Aerial menunjukkan jiwa kompetitifnya untuk bersaing bersama dengan lebih dari 20 tim dari berbagai negara antara lain Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh DSO National Laboratories bekerja sama dengan Science Centre Singapore melalui berbagai kategori lomba yang menantang peserta untuk merancang dan mengoperasikan mesin terbang inovatif dengan tingkat presisi tinggi, khususnya dalam bidang teknologi penerbangan tanpa awak.
Mahasiswa/i yang tergabung dalam Tim Agrisena Aerial mengembangkan sebuah robot terbang (drone) yang dirancang untuk menyelesaikan sejumlah misi. Drone tersebut harus mampu mengambil payload, menavigasi lintasan menyerupai labirin, serta menjatuhkan payload ke dalam kotak dengan warna target yang sesuai secara presisi.
Formasi tim Agrisena Aerial terdiri atas mahasiswa lintas fakultas di IPB University, yaitu Lu’luul Maulidiyah, Alvian Raihan Ramadan, dan Syilma Zinata Aulia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Tim ini juga diperkuat oleh Alicia Maharani dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi, serta Okta Fitra Vidian dan Muhammad Rafly Adhi Prathama dari Fakultas Teknik dan Teknologi sebagai mekanik. Selain itu, Annisya Jo Shafira dari Fakultas Pertanian turut berkontribusi dalam tim.
Tim Agrisena Aerial merupakan bagian dari IPB Robotic Club (IRC), komunitas robotika mahasiswa yang menjadi wadah pengembangan riset dan inovasi teknologi di IPB University. Sejak tahun 2024, SAFMC menjadi ajang tahunan yang menjadi salah satu project keikutsertaan IRC dalam kompetisi drone. Dalam proses persiapannya, tim menjalani berbagai tahapan pengujian dan latihan, mulai dari perancangan sistem drone, integrasi perangkat mekanik dan elektronik, hingga simulasi misi secara berulang untuk memastikan sistem dapat bekerja secara optimal saat kompetisi.
Ketua tim, Lu’luul Maulidiyah, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyebut bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja sama tim, proses riset yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak di lingkungan IPB University.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Proses persiapannya tidak mudah, namun melalui kerja sama tim, riset yang berkelanjutan, serta dukungan dari Ditmawa IPB, Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik dan Teknologi, dan Departemen Fisika, kami dapat memberikan hasil terbaik. Kami juga berterima kasih atas kontribusi serta pendampingan dari tim PRPM dan para alumni yang turut memberikan arahan selama proses persiapan hingga kompetisi,” ujarnya.
Lu’luul berharap capaian ini dapat menjadi pijakan untuk pengembangan riset robotika selanjutnya sekaligus memotivasi generasi berikutnya untuk terus membawa nama IPB University berprestasi di tingkat internasional. (red/1304)





