Beasiswa Zakat Indonesia

Profil

Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) adalah program beasiswa kolaboratif yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI bersama BAZNAS dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional (seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, LAZISMU, dll.). Program ini merupakan bagian dari visi “Beragama Maslahat” untuk mendukung Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan dana sosial keagamaan yang produktif. Beasiswa Zakat Indonesia (Kemenag-BAZNAS) merupakan program bantuan biaya pendidikan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola atas sinergi antara Kementerian Agama RI dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Berbeda dengan KIP Kuliah yang bersumber dari dana APBN (negara), beasiswa ini memiliki kekhasan sebagai program pemberdayaan ekonomi umat melalui jalur pendidikan. Program ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi (Mustahik) agar dapat memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas akademik di perguruan tinggi, baik di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) maupun Perguruan Tinggi Negeri/Swasta lainnya.

Kategori

Beasiswa Prestasi dan Tidak Mampu

Fasilitas

  1. Bantuan biaya pendidikan (UKT) : 2.400.000 – 7.500.000/semester
  2. Biaya hidup (living cost) : 1.500.000/bulan
  3. Biaya transportasi PP di awal : at cost (maks 2.000.000)
  4. Biaya atribut beasiswa : 500.000/mahasiswa
  5. Pembelian laptop : maks 6.000.000

Syarat dan Ketentuan

Info lengkap silahkan akses : https://beasiswa.kemenag.go.id

 

PERSYARATAN UMUM :

  • Fakir
  • Miskin
  • Sabilillah
  • Lulus di PTN & PTKIN dengan jurusan rumpun keilmuan (Ilmu Sains dan Teknik, Kesehatan, Pertanian, Ekonomi, Hukum dan Sosial; Keguruan/Pendidikan; Manajemen Zakat dan Wakaf)
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun

ASPEK PENILAIAN

  1. Akademik/Potensi Studi (indikator umum: indeks prestasi/rapor; ketekunan belajar; potensi keberhasilan studi)
  2. Komitmen Spiritual dan Akhlak (indikator umum: kejujuran, sopan santun dan adab)
  3. Motivasi dan Misi Masa Depan (indikator umum: alasan mengikuti program, rencana masa depan dan semangat belajar)
  4. Komitmen Sosial dan Kontribusi (indikator umum: Kepedulian pada masyarakat, pengalaman organisasi/sosial, rencana kontribusi/pengabdian)
  5. Psikologis (indikator umum: Resiliensi, hasrat berprestasi, kepercayaan diri dan problem solving)
  6. Seleksi wawancara melibatkan Tim Psikolog dan Dewan Penyantun