Blog
Upacara HUT Ke-81 RI di IPB University, Rektor Tekankan Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Indonesia Maju, Mandiri, dan Berdaulat
Bogor | IPB University menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8) di Telaga Inspirasi, Kampus Dramaga IPB University. Berlangsung pada pukul 07.00–09.00 WIB dalam suasana khidmat yang dihadiri oleh sejumlah sivitas akademika IPB University, upacara diisi dengan amanah Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, M.Si, yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat kemandirian dan kemajuan Indonesia.
Perguruan Tinggi Bagian dari Perjuangan Bangsa
Dalam amanahnya sebagai Pembina Upacara, Rektor IPB University menyampaikan bahwa pemerintah terus berikhtiar membangun kesejahteraan dan kemandirian bangsa melalui berbagai program. Penguatan ketahanan pangan dan energi, perluasan pendidikan dan kesehatan, pembenahan tata kelola negara, serta hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan. Namun, pondasi menuju indonesia yang mandiri dan maju sedang dibangun dengan sungguh-sungguh. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi harus menjadi bagian penting dari ikhtiar besar tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu hadir melalui pemikiran yang jernih, kritik yang membangun, talenta yang unggul, serta riset dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta generasi muda yang penuh energi dan kreativitas. Namun, potensi tersebut perlu diikuti kemampuan mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah melalui penguasaan sains dan teknologi agar dapat membangun industri nasional yang kuat.
“Kita harus mampu mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah. Kita harus membangun industri nasional yang kuat. Kita harus menguasai sains dan teknologi,” tegasnya.
Kampus sebagai Pusat Riset dan Inovasi
Rektor menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan memberikan gelar semata. Kampus perlu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsa, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia.
“Kampus harus melahirkan manusia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsanya, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Selain menghasilkan sumber daya manusia, kampus juga didorong menjadi tempat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi. Rektor menyoroti sejumlah bidang strategis, mulai dari teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan buatan, material maju, hingga berbagai teknologi yang menentukan masa depan bangsa.
Ia menekankan bahwa riset tidak boleh berhenti sebagai laporan dan publikasi. Hasil penelitian perlu bergerak menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi yang digunakan masyarakat. Dari perguruan tinggi, menurutnya, perlu tumbuh perusahaan rintisan berbasis teknologi, industri-industri baru, serta lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
Kolaborasi Jadikan Perbedaan sebagai Kekuatan
Dalam mewujudkan kontribusi tersebut, Rektor mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, industri, BUMN, serta berbagai pihak dengan disiplin ilmu dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan pandangan, menurutnya, tidak harus menjadi penghalang dalam mencapai tujuan bersama.
“Kita juga boleh memiliki pandangan yang tidak selalu sama. Namun, kita dipersatukan oleh satu tujuan, kemajuan Indonesia. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Persatuan berarti menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi berada di pundak seluruh sivitas akademika. Pimpinan perguruan tinggi diharapkan membawa kampus menjadi kekuatan utama pembangunan bangsa. Para guru besar, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan juga memiliki peran masing-masing dalam mengembangkan keilmuan, menghasilkan riset, mendidik generasi penerus, serta memastikan pelayanan terbaik.
Sementara itu, mahasiswa sebagai generasi yang akan memimpin bangsa didorong untuk berani mencoba, meneliti, menciptakan, dan membangun sesuatu yang baru.
“Kepada mahasiswa, jangan pernah takut mencoba, jangan takut meneliti menciptakan dan membangun sesuatu yang baru. Gunakan ilmu pengetahuan bukan hanya untuk meraih keberhasilan pribadi, tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pesannya.
Apresiasi Pengabdian dan Prestasi Sivitas Akademika
Rangkaian Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di IPB University juga diisi dengan penyerahan secara simbolis Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 19 penerima. Penghargaan tersebut diberikan untuk masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.
Pada kesempatan yang sama, IPB University memberikan penghargaan kepada 15 prestasi mahasiswa IPB University tahun 2026. Penghargaan tersebut terdiri atas delapan prestasi tingkat internasional dan tujuh prestasi tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas capaian mahasiswa dalam berbagai bidang.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari momentum peringatan kemerdekaan sekaligus apresiasi terhadap sivitas akademika yang telah memberikan kontribusi melalui pengabdian maupun prestasi.
Mengisi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Menutup amanahnya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata. Kemerdekaan, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kemampuan bangsa untuk memenuhi berbagai kebutuhan strategis secara mandiri.
“Apabila pemerintah perguruan tinggi industri dan seluruh rakyat bersatu bersama, tidak ada cita-cita yang terlalu besar bagi indonesia,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan kebiasaan berjalan sendiri-sendiri, merapatkan barisan, menyatukan kepakaran, dan membulatkan tekad untuk membangun Indonesia.
“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, teruslah bekerja teruslah berkarya, bersatulah untuk Indonesia yang maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera. Merdeka,” pungkasnya.
