Blog
IPB University Raih 5 Penghargaan di Olimpiade Nasional MIPA (ON MIPA) 2026





Surabaya | IPB University kembali buktikan bahwa dirinya bukan hanya unggul di bidang Pertanian. Di ajang ON MIPA 2026, IPB University berhasil bersaing ketat dengan perguruan tinggi lain dan membawa pulang lima penghargaan
Kompetisi yang digelar di Kampus C MERR, Universitas Airlangga, Surabaya pada 8–12 Juni 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi 11 delegasi IPB. IPB University berhasil meraih 2 medali perunggu dan 1 honorable mention pada bidang Kimia, 1 medali perunggu pada bidang Biologi dan 1 honorable mention pada bidang matematika.
Penghargaan medali perunggu diraih oleh Aisha Nurfadhilla (PTN 61) di bidang Biologi, serta Muhammad Galang Lifaldin (KIM 60) dan Arya Naufal Sihaloho (ITP 60) di bidang Kimia. Penghargaan honorable mention berhasil diraih oleh Muhammad Naufal Khotmi Ramadhan Ashari Jaya Sudrajat (KIM 60) di bidang Kimia dan Muhammad Allif Qalbiy (ILKOM 60) di bidang Matematika. Selain itu, finalis yang masuk dalam jajaran Top 20 di bidang Matematika juga berkesempatan mengikuti seleksi untuk mewakili Indonesia pada International Mathematics Competition for University Students di Bulgaria tahun 2026.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari perjuangan para finalis IPB lainnya yang berhasil lolos ke tingkat nasional, yaitu Muhammad Nico Afriza (FIS 59), Muhamad Sultan Maulana Yusuf (FIS 59), Nadhif Rizal Pradipa (FIS 60), dan Zaky Vebrian (FIS 60) di bidang Fisika, serta Dalilah Farhana Robbani (KIM 61) dan Finna Aurelita (KIM 61) di bidang Kimia.
ON MIPA merupakan agenda tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kompetisi ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi berjenjang yang ketat, hanya 65 peserta terbaik pada setiap bidang yang berhak melaju ke babak final yang digelar secara luring di Surabaya.
Kegiatan ini terdiri dari kegiatan pembukaan, registrasi dan technical meeting peserta pada hari pertama, lalu dilanjutkan dengan seleksi tingkat nasional di hari kedua dan ketiga dan ditutup dengan kegiatan penganugerahan pemenang di hari keempat. Kegiatan yang membutuhkan performa yang baik bagi setiap finalis untuk berlaga pada kompetisi ini.
Proses panjang menuju final tidaklah mudah. IPB menerapkan sistem pembinaan bertahap yang dimulai dari tingkat internal kampus. Ratusan mahasiswa mengikuti seleksi awal di IPB, kemudian menjalani pembinaan intensif oleh para dosen dan mentor yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Dari proses seleksi yang ketat itu, IPB akhirnya menetapkan 5 delegasi terbaik untuk setiap cabang lomba, sehingga total 20 delegasi dipersiapkan secara khusus.
Meskipun hanya 11 delegasi yang berhasil melaju ke final nasional, capaian 5 penghargaan dari 11 wakil tersebut menunjukkan tingkat efektivitas pembinaan yang tinggi. Tiga medali perunggu yang diraih menjadi bukti bahwa mahasiswa IPB mampu memberikan jawaban-jawaban terbaik di antara ribuan peserta lainnya. Sementara itu, dua honorable mention juga menjadi pengakuan bahwa kualitas mahasiswa IPB tidak bisa dianggap remeh.
Salah satu delegasi mengungkapkan bahwa persiapan selama berbulan-bulan, mulai dari latihan rutin, simulasi ujian, hingga bimbingan intensif dari dosen, sangat membantu mereka dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional. “Kami berlatih tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga manajemen waktu dan strategi menghadapi soal-soal non-rutin,” ujarnya.
Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta dukungan penuh dari universitas. IPB juga bisa menjadi pemain utama di ajang sains nasional, tidak hanya di bidang pertanian. ON MIPA adalah salah satu tolok ukurnya.
Prestasi gemilang yang diraih oleh delegasi IPB University ini juga menjadi bukti nyata kontribusi aktif kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui penguatan fondasi sains ini, IPB tidak hanya mencetak akademisi unggul, tetapi juga mempersiapkan generasi yang siap menghadirkan solusi ilmiah berbasis riset.
Dengan raihan ini, IPB optimis dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan di masa mendatang. Target ke depan adalah tidak hanya meraih perunggu, tetapi juga menembus medali perak dan emas. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa IPB untuk berani mengikuti kompetisi nasional dan membawa nama harum kampus di kancah ilmiah.
Ajang ON MIPA 2026 telah usai, tetapi semangat IPB untuk terus berprestasi dan bersaing dengan kampus-kampus terbaik lainnya di Indonesia jelas tidak akan padam
