RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA DIREKTORAT KEMAHASISWAAN


BANGUNAN STRATEGIS ORGANISASI DIREKTORAT KEMAHASISWAAN
Berdasarkan pada acuan-acuan di atas, Direktorat Kemahasiswaan IPB menetapkan visi, misi, strategi, dan program kerja organisasi sebagai berikut:

VISI

Menjadi Unit Kerja Strategis yang mampu menghantarkan mahasiswa IPB menjadi sumberdaya manusia yang profesional, memiliki kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi, serta berjiwa wirausaha yang dilandasi dengan moral dan etika yang baik


MISI

Menjamin penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa sebagai penyokong terciptanya tujuan kompetensi lulusan yang berkualitas (khususnya di bidang soft skill).

Menjamin dukungan finansial dan kesehatan bagi mahasiswa sasaran agar mereka dapat melaksanakan kewajiban administrasi dan kewajiban akademik sebagai mahasiswa melalui pengadaan dan pengelolaan beasiswa dan penyangga kesehatan mahasiswa.


3. ANALISIS SITUASI DAN ARAH PERENCANAAN PENGEMBANGAN PEMBINAAN KEMAHASISWAAN

Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Departemen Pendidikan Nasional 2005-2025 secara umum menggambarkan priodisasi pembangunan pendidikan tinggi, yaitu
2003 – 2010 Peningkatan kapasitas dan modernisasi perguruan tinggi
2010 – 2015 Penguatan pelayanan
2015 – 2020 Peningkatan daya saing regional
2020 – 2025 Penguatan daya saing internasional

Perencanaan pengembangan pembinaan kemahasiswaan IPB telah dimulai pada tahun 2002, yang didasarkan pada keadaan kondisi eksternal bangsa terhadap dampak perubahan global, krisis ekonomi serta transisi kepemimpinan nasional era reformasi. Secara umum perencanaan pembinaan kemahasiswaan IPB difokuskan pada penguatan karakter kebangsaan dan integritas nasional serta menumbuhan profesionalisme dan kemandirian akan peran dan tanggung jawabnya bagi masyarakat.

Kondisi eksternal nasional yang cenderung stabil telah mengarahkan pada pengembangan kondisi internal yang terjadi di IPB. Di akhir tahun 2007, IPB telah mengarah pada embrio perguruan tingi berbasis riset. Hal ini ditandai dengan peningkatan SDM yang berkualitas, jumlah publikasi ilmiah, jumlah paten, inisiasi pembangkitan pendapatan, kerjasama dengan pemerintah dan industri, penemuan dan aplikasi penelitian IPB. Upaya tersebut, bermuara pada terbangunnya sistem jaminan mutu dan tata pamong yang baik, pelaksanaan program yang berkualitas dan manajemen usaha yang baik.

Berdasarkan analisis situasi saat ini, terdapat beberapa isu strategis yang muncul diantaranya adalah :

  • Arah pembangunan Indonesia, yang terfokus pada bidang ekonomi, pangan, bioenergi, kesehatan, manajemen sumberdaya alam dan lingkungan.
  • Kecenderungan persaingan global pendidikan tinggi yang mengharuskan perguruan tinggi di dalam negeri meningkatkan daya saingnya, baik dalam penyelenggaraan maupun mutu lulusan yang bertaraf internasional.
  • Perubahan deregulasi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mengharuskan perguruan tinggi dapat memposisikan sebagai institusi penghela kemajuan bangsa jauh ke depan, dan tidak terperangkap pada aspek solusi yang parsial dan jangka pendek.
  • Belum terbangunnya sinergi kerjasama antar perguruan tinggi dan dengan jejaring mitra strategisnya baik instansi pemerintah maupun swasta, sehingga penyelesaian masalah nasional tidak efisien, tumpang tindih parsial dan berjalan lamban
  • Optimalisasi peran IPB dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang harus mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif, bermutu dan kompeten serta penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan IPTEKS dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan tridharma di IPB yang mengharuskan pengelolaan kegiatan akademik dan manajemen yang mengacu pada operational excellent, yaitu pemanfaatan investasi sumberdaya dan sistem pengelolaannya yang transfaran dan akuntabel.

Berdasarkan kecenderungan tersebut, maka arah perencanaan program pembinaan kemahasiswaan IPB secara secara priodisasi untuk mencapai Rencana IPB 2025 adalah :
2002 – 2007 Meningkatnya kegiatan kemahasiswaan dalam kerangka penguatan karakter kebangsaan dan integrasi nasional, profesionalisme dan keilmuan, kemandirian dan tanggungjawab sosial.

2008 – 2012 Meningkatnya relevansi lulusan dalam penguasaan kompetensi keilmuan dan kompetensi ”soft skill” dalam kerangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional berbasis pertanian dan persaingan dunia kerja internasional.

2013 – 2017 Meningkatnya kegiatan penguatan karakter berdaya saing tinggi (kelas dunia) sebagai dasar pembentuk budaya entrepreneurship bidang pertanian yang tangguh dan profesional di tingkat regional.

2018 – 2022 Meningkatnya kegiatan penguatan entrepreneurship bidang pertanian yang tangguh dan profesional memiliki kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi dilandasi dengan moral dan etika yang baik.


4. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN (KEY SUCCESS FACTORS)

Faktor-faktor yang menjadi kunci keberhasilan Direktorat Kemahasiswaan berasal dari kondisi lingkungan eksternal (berupa lingkungan umum dan lingkungan yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan kemahasiswaan) serta lingkungan internal berupa daya dukung sumberdaya dan kemampuan. Secara ringkas faktor-faktor keberhasilan tersebut adalah sebagai berikut:

 

1. Dari sisi lingkungan secara umum:

  • IPB telah siap dalam pengembangan diri memasuki persaingan global antar perguruan tinggi dunia yaitu dengan masuknya IPB sebagai 500-an top universitas dunia menurut versi Times Higher Education Supplement (THES) World University Rankings pada tahun 2007.
  • IPB telah masuk sebagai perguruan tinggi dengan status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) pada tahun 2000 dan telah siap memasuki era baru diberlakukannya Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).
  • Undang-undang yang mentargetkan alokasi 20% APBN untuk pendidikan.
  • IPB mendapatkan akreditasi institusi dengan nilai A (sangat baik).
  • Kebutuhan dunia kerja akan lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi strategis (hard skill dan soft skill yg baik).
  • Tuntutan masyarakat terhadap mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi negeri untuk cepat lulus dan memiliki kompetensi yang handal.

2. Dari sisi lingkungan pendidikan :

  • Kualitas input mahasiswa baru yang masuk IPB relatif di atas rata-rata kualitas pemuda Indonesia.
  • Para pengguna lulusan IPB beraneka ragam dan relatif merasa ‘puas’
  • Perguruan tinggi pertanian yang lain relatif mengacu pada dinamika yang terjadi di IPB

3. Dari sisi internal:

  • IPB memiliki 93 lembaga kemahasiswaan formal (1 MPM Perguruan Tinggi, 1 DPM Perguruan Tinggi, 11 DPM Fakultas/TPB/Diploma, 1 BEM Perguruan Tinggi, 11 BEM Fakultas/TPB/Diploma, 33 Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM, dan 35 Himpunan Profesi (Himpro)).
  • Lebih dari 90% lembaga mampu menjalankan mekanisme organisasi secara benar dan teratur: suksesi, up grading, pelaksanaan program, manajemen organisasi, dll.
  • Sarana dan prasarana pengembangan kemahasiswaan dan penyaluran minat dan bakat mahasiswa lengkap dan relatif modern : 1 pusat kegiatan mahasiswa (student center), sekretariat kegiatan mahasiswa pada tiap fakultas dan departemen, kampus IPB Darmaga yang telah terhubung dengan serat optik, bandwidth internet yang mencapai 10-15 Mbps serta beberapa kawasan menjadi hot spot wireless connection, layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi sehingga pengguna dapat mengakses informasi secara cepat, 1 gymnasium (lapangan olah raga in door), lapangan sepakbola, atletik, gedung olahraga bulu tangkis, lapangan tenis out door, sasana olah raga bela diri, lapangan bola basket out door, bola volly out door, sepeda kampus, asrama untuk semua mahasiswa TPB, poliklinik, dll.
  • Jumlah mahasiswa sebanyak lebih dari 20.000 orang yang mempunyai potensi dan kualitas minat, bakat dan penalaran yang siap disalurkan.
  • Dana yang dialokasikan untuk kegiatan kemahasiswaan mencapai Rp 2 milyar setiap tahun, sedangkan daya dukung donatur untuk kesejahteraan mahasiswa IPB mencapai 47 sumber donatur dengan total sumbangan mencapai Rp 11 milyar per tahun. Dengan Jumlah Mahasiswa sekitar 5.000 mahasiswa penerima mahasiswa.
  • Pelaksana pembinaan kemahasiswaan berada di direktorat khusus yang memiliki pranata organisasi secara langsung (Subdit Minat Bakat dan Penalaran serta Subdit Kesejahteraan Mahasiswa), dan pranata organisasi tidak langsung yaitu para dosen pembina kemahasiswaan di tiap fakultas dan departemen, pembina unit kegiatan mahasiswa (UKM), dosen bimbingan dan konseling, komisi disiplin mahasiswa serta program pembinaan akademik dan multibudaya-asrama TPB.


5. STRATEGI

Untuk mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan visi dan misi serta arah perencanaan pembinaan kemahasiswaan yang telah ada, Direktorat Kemahasiswaan merumuskan 4 (empat) strategi besar yang menjadi pedoman penyusunan dan pelaksanaan program tahun 2008-2012, yaitu :

  • Menumbuhkan dan mengembangkan sikap kepemimpinan, kecendekiaan, kejujuran, kedisiplinan, kepekaan sosial, dan kepedulian lingkungan mahasiswa sebagai insan akademik yang bersemangat wirausaha berlandaskan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME.
  • bMengelola dan mencari terobosan dalam hal pembinaan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa khususnya serta dalam bidang ekstrakurikuler lain pada umumnya sehingga dapat meningkatkan citra IPB.
  • Mengelola dan menggalang external dan internal resources untuk peningkatan kesejahteraan mahasiswa (beasiswa dan penyangga kesehatan), khususnya bagi yang membutuhkan.
  • Melaksanakan sistem sentralisasi administrasi kemahasiswaan dengan memberdayakan fungsi penyelia/supervisi di tingkat fakultas, distributed processing di tingkat departemen, dan otonomi di tingkat lembaga kemahasiswaan.

6. SASARAN STRATEGIS
Berdasarkan arah pengembangan, landasan dan kebijakan strategis IPB, maka sasaran strategis dan indikator hasil pembinaan kemahasiswaan adalah :

I. Meningkatnya Pembinaan dan Kualitas Wawasan, Profesionalitas, Keterampilan Keilmuan dan Jiwa Kewirausahaan (Hard Skills) Mahasiswa, dengan indikator:

  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas mahasiswa berprestasi di tingkat nasional.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas inovasi, kreativitas, daya nalar, penulisan ilmiah dan karya cipta ilmiah mahasiswa.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas wawasan keilmuan, pengembangan teknologi, dan penguasaan teknologi informasi mahasiswa
  • Meningkatnya pembinaan kegiatan dalam rangka menumbuhkan kepekaan sosial dan profesionalitas mahasiswa dalam menjawab masalah nyata di lapangan yang relevan dengan bidang ilmu yang ditekuni
  • Meningkatnya pembinaan dalam mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa di forum-forum ilmiah mahasiswa tingkat nasional dan internasional.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas jiwa dan semangat wirausaha mahasiswa.

II. Meningkatnya Pembinaan dan Kualitas Keterampilan Lunak (Soft Skills) Mahasiswa, dengan indikator:

  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas program pengembangan pembentukan karakter unggulan insan pertanian.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas program pengembangan konsep diri, pengelolaan diri, rasa empati, dan pergaulan sosial mahasiswa.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas pengembangan visi dan strategi kepemimpinan mahasiswa.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas pengembangan wawasan kebangsaan mahasiswa.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas pengembangan budaya organisasi mahasiswa.
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas program akademik, multibudaya dan antar bangsa mahasiswa
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas program pemberian bimbingan/konseling dan penegakan etika dan disiplin mahasiswa.

III. Meningkatnya Pembinaan dan Kualitas Minat dan Bakat Mahasiswa, dengan indikator:

  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas jiwa seni dan estetika mahasiswa
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas fisik dan prestasi olahraga mahasiswa
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas karya jurnalisme mahasiswa
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas komunikasi (lisan dan tulisan) bahasa asing mahasiswa
  • Meningkatnya pembinaan dan kualitas ketertarikan dan kepedulian mahasiswa pada masalah lingkungan

IV. Meningkatnya Kesejahteraan Mahasiswa, dengan indikator:

  • Meningkatnya kualitas hidup dan prestasi akademik mahasiswa dengan latar belakang khusus (ekonomi lemah, berasal dari daerah konflik, prestasi akademik yg baik, dll.) melalui pemberian beasiswa, program kerjasama serta meningkatkan penggalangan dan perluasan sumber dana beasiswa.
  • Meningkatkan pelayanan program penyangga kesehatan mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tepat waktu, yang sejalan dengan makin meningkatnya kebutuhan akan kesehatan mahasiswa.

V. Meningkatnya Program Sentralisasi Administrasi Pembinaan Kemahasiswaan Organisasi IPB, dengan indikator:

  • Meningkatnya sistem administrasi, dokumentasi, dan kearsipan kegiatan pembinaan kemahasiswaan
  • Meningkatnya sistem anggaran dan laporan keuangan dalam kegiatan pembinaan kemahasiswaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>