Mahasiswa IPB University Kupas Isu Konservasi Perairan Terkini

mahasiswa-ipb-university-kupas-isu-konservasi-perairan-terkini-news

Saat ini, isu-isu terkait pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumberdaya yang terpadu dan revolusi industri 4.0 sedang ramai diperbincangkan oleh publik. Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya peran alam dalam menjaga keseimbangan ekosistem lambat laun mulai terlihat. Seiring dengan perkembangan teknologi, hampir seluruh aspek yang dibangun dan dikelola menjadikan aspek lingkungan sebagai dasar dalam penentuan kebijakan.

Hal tersebut dituturkan oleh Rafialwan Atariq Subing selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Himasper FPIK), IPB University saat berlangsung Seminar Festival Air 2019 yang digelar di Kampus IPB, Dramaga Bogor, (12/10).

Festival Air 2019 adalah acara yang digelar oleh Himasper FPIK IPB University untuk mengenalkan pentingnya penerapan aspek konservasi dalam pembangunan dan pengelolaan sumberdaya perairan. Uniknya, acara yang bertajuk “Aquatic Life Conservation for Indonesia 4.0” ini menghimbau untuk seluruh peserta seminar agar membawa tumblr sendiri dan tidak diperbolehkan membawa masuk plastik ke dalam ruangan seminar.

“Dengan membawa tumblr dan no plastic artinya peserta sudah diajak untuk mengambil bagian dalam upaya konservasi perairan yang dapat dimulai dari hal kecil,” tutur Naufal Hawali Bastaman selaku Ketua Pelaksana Festival Air 2019.

Pakar konservasi perairan sekaligus dosen dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK, IPB University, Dr Ir Fredinan Yulianda menyatakan bahwa air tidak bisa berdiri sendiri. Ada sumberdaya di dalam dan sekelilingnya yang bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan sumberdaya perairan yang ada boleh dilakukan untuk pembangunan dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, pemanfaatan yang dilakukan tersebut harusnya sesuai proporsi. Contohnya, ikan sebagai sumber protein dari perairan. Hampir seluruh stok ikan dimanfaatkan, sehingga ukuran ikan yang ditangkap makin hari makin kecil.

Ir. Agung Kuswandono, M.A, Deputi II Bidang Koordinasi Sumberdaya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar) selaku keynote speaker mengatakan banyak hal yang harus diperbaiki dalam menjaga lingkungan perairan agar tetap lestari. “Jangan saling menyalahkan. Mulai berubah dari diri sendiri untuk membantu terwujudnya perubahan positif yang holistik dan terpadu,” ujarnya.

Selain itu, Miftachur Robani selaku Chief Marketing Officer dari Lindungihutan.com juga mengatakan bahwa sebagai manusia yang hidup di atas muka bumi, kita jangan abai. Karakter peduli lingkungan menjadi penting dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa yang memiliki andil besar dalam pembangunan bangsa.
Sementara itu publik figur yang merupakan salah satu Duta Lingkungan Hidup, Tasya Kamila juga berbagi pengalamannya dalam belajar tentang lingkungan. Awal belajar lingkungan karena didaulat menteri sebagai duta. Setelah banyak belajar, Tasya Kamila menuturkan bahwa yang memiliki peran penting dalam kelestarian lingkungan perairan adalah masyarakat. Alam sangat erat hubungannnya dengan masyarakat.

Selain seminar, Festival Air 2019 memiliki serangkaian kegiatan antara lain Green Belt Conservation, expo, lomba karya tulis ilmiah, fotografi, poster untuk mahasiswa, dan lomba mewarnai untuk anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan maksud mengampanyekan gema konservasi perairan.

Source:ipb.ac.id

Leave us a Comment